Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.2.1.59-73Abstract
Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
References
Bogdan, R.T., Steven J.(1975).Introduction to Qualitative Research Methods. New York : Wiley-Interscience
Bungin, B.(2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif : Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial lainnya.Jakarta: Kencana
Chang, J. Halliday, J.(2007). Mao: Kisah-kisah yang tak diketahui. (Martha Wijaya & Widya Kirana). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Chén, X.F. (2013). Àn Jiāpǔ Qǔmíng Duō Jiǒngshì Fúzhōu Qī Chéngrén Bù Zài An Jiāpǔ Qǐmíng, 2013 from www.fjsen.com.
Chén, Z. (2000).Qiáo Liáng. Běijīng : Běijīng Yǔyán Wénhuà Dàxué
Fáng, N. (2009, Sept). Gǎigé Kāifàng Yǐlái Xīfāng Wénhuà Duì Zhōngguó Qīngnián de Yǐngxiǎng. Paper presented at Dāngdài Zhōngguó Yǔ Tā de Wàibù Shìjiè——Dì Yī Jiè Dāngdài Zhōngguó Shǐ Guójì Gāojí Lùntán, Běijīng, China.
Gāo, Y.Q. (2012). Zhōngguó Tèsè de An Bèifen Qǔmíng, 2012 from http://blog.sina.com.cn/s/blog_860a71e401018ye6.html
Gǔ, Y.Wénhuà Dà Gémìng.from http://news.xinhuanet.com/ziliao/2003-01/20/content_697889.htm
Ihromi, T.O.(Eds.). (1981). Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: PT. Gramedia
Jīn, S.N., Zhāng, Y. (2000). Zhōngguó Chuántǒng Wénhuà Yǔ Xiàndài Shēnghuó. Běijīng : Běijīng Dàxué
Koentjaraningrat. (2007). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan
Kumar, R. (2011). Research Methodology. India: SAGE
Lǐ, C.Y. (2012). Huáxià Mínzú de Bèifen Wénhuà. Shǎnxīshěng Xuānyuán Huángdì Yánjiūhuì.
Liem, Y. (2000). Prasangka Terhadap Etnis Cina. Jakarta: Djambatan.
Lín, Y.C. (2010). Prosper Times. 2010 from www.ProsperWithFengshui.com
Mahjunir. (1967). Mengenal Pokok-pokok Antrpologi dan Kebudajaan. Djakarta: Bhratara
Morton, W.S. China: Its History and Culture. 1995. USA : Mc. Graw-Hill.
Nasir, M. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Níng, Y. (2005). Xìngmíng de Xìngyùn Mìmǎ. Běijīng : Zhōngguó Wùzī Chūbǎnshè
Noordjanah, A. (2004). Komunitas Tionghoa di Surabaya (1910-1946). Semarang: Mesiass
“Qīng Yuèdú” Biān Wěi Huì. (2012). Xúngēn Mìmǎ • Xìngshì. Gāoděng Jiàoyù Chūbǎnshè.
Saputra, T. (2004). Tarian Multikultural Sang Naga. Jakarta: Lembaga Studi Kapasitas Nasional.
Setiono, B.G. (2002). Tionghoa dalam Pusaran Politik. Jakarta : Elkasa
Shào, Z.W. Míngzì Yǔ Bèifen. fromhttp://ssqm.com.
Shī, B.Y., Sòng, B.N. (1999). Zhōngguó Wénhuà Dúběn. Běijīng : Shāngwù Yìnshūguǎn
Shǐ,S.Y.,Yù,X.H. (1997). Zhōngguó Wénshǐ Zhīshi Shíyòng Shǒucè. Jiāngsū : Jiāngsū Rénmín
Suryabrata, S.(1983).Metodologi Penelitian. Jakarta : CV. Rajawali
Suryato, M.T. (2001). Simbol, Kwa Mia, Pertanyaan tentang Budaya Tionghoa.Jakarta: Pelayanan Literatur Kristen Indonesia.
Sutopo, F.X. (2009). China: Sejarah Singkat. Jogjakarta : Garasi.
Tan, H. (2014). Revolusi kebudayaan di China.from http://www.tionghoa.info/revolusi-kebudayaan-di-china/
Tan, M.G. (2008). Etnis Tionghoa di Indonesia : Kumpulan Tulisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Umar, H.(2003).Metode Riset Organisasi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Wēn, S.X.(2013).“Hóng de Huíyì” Wǔ Bù Qǔ. Hongkong: Everflow Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






