ANCAMAN SUBTRACTIVE BILINGUALISM TERHADAP BAHASA MANDARIN DI KALANGAN ANAK MUDA TIONGHOA URBAN (STUDI KASUS: SURABAYA)

Authors

  • Nanda Lina Aulia UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

DOI:

https://doi.org/10.9744/century.14.2.%25p

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam ancaman subtractive bilingualism terhadap keberlangsungan bahasa Mandarin di kalangan anak muda Tionghoa urban di Surabaya. Fenomena ini terjadi ketika penguasaan bahasa kedua, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, secara bertahap menggantikan fungsi bahasa Mandarin sebagai bahasa warisan (heritage language) dalam kehidupan sehari-hari penuturnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner daring berbasis Google Form yang disebarkan kepada delapan responden berusia 18-28 tahun yang merupakan generasi kedua dan ketiga keturunan Tionghoa di Surabaya. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan latar belakang generasi, paparan bahasa Mandarin dalam keluarga, serta domisili di wilayah urban Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang saling berinteraksi dalam mendorong terjadinya subtractive bilingualism, yaitu: (1) dominasi bahasa Indonesia dalam sistem pendidikan formal; (2) tekanan sosial untuk berintegrasi dengan masyarakat mayoritas; (3) melemahnya peran keluarga sebagai agen transmisi bahasa antargenerasi; serta (4) dominasi media sosial dan budaya pop berbahasa Indonesia dan Inggris. Dari delapan responden, hanya satu yang masih aktif menggunakan bahasa Mandarin secara fungsional dalam kehidupan sehari-hari, sementara dua orang memiliki kemampuan aktif terbatas, dua orang hanya memiliki kemampuan pasif, dan tiga orang sama sekali tidak mampu menggunakannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa intervensi yang terencana dan sinergis dari pihak keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan, bahasa Mandarin berpotensi mengalami kepunahan fungsional dalam satu hingga dua generasi mendatang di kalangan komunitas Tionghoa urban Surabaya.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

ANCAMAN SUBTRACTIVE BILINGUALISM TERHADAP BAHASA MANDARIN DI KALANGAN ANAK MUDA TIONGHOA URBAN (STUDI KASUS: SURABAYA). (2026). Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture, 14(2). https://doi.org/10.9744/century.14.2.%p