Dari Balai Pustaka ke Kwee Tek Hoay Perbandingan Representasi Tionghoa dalam Sastra Awal Abad ke-20

Authors

  • Alexander Raymon Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.9744/century.14.1.26-40

Abstract

Artikel ini membandingkan representasi Tionghoa dalam karya sastra Balai Pustaka dengan karya penulis peranakan Tionghoa, khususnya Kwee Tek Hoay, pada awal abad ke-20. Kajian dilakukan dengan metode analisis wacana historis terhadap teks sastra, memperhatikan narasi identitas, posisi sosial-ekonomi, dan hubungan etnis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Balai Pustaka, sebagai lembaga penerbit kolonial, banyak mereproduksi stereotip Tionghoa sebagai kelompok pedagang atau penghambat integrasi sosial. Sebaliknya, Kwee Tek Hoay berusaha menampilkan perspektif Tionghoa sebagai bagian integral dari masyarakat Hindia dengan menekankan nilai moral, spiritualitas, dan kontribusi budaya. Perbandingan ini memperlihatkan adanya pertarungan wacana dalam sastra kolonial yang mencerminkan posisi tawar komunitas Tionghoa dalam pembentukan identitas kebangsaan.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dari Balai Pustaka ke Kwee Tek Hoay Perbandingan Representasi Tionghoa dalam Sastra Awal Abad ke-20. (2026). Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture, 14(1), 26-40. https://doi.org/10.9744/century.14.1.26-40