PENELITIAN ADAPTASI LINTAS BUDAYA MAHASISWA INDONESIA DI UNIVERSITAS YANGZHOU, TIONGKOK —— STUDI KASUS MAHASISWA JOINT-DEGREE PROGRAM STUDI BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.14.1.1-14Abstract
Indonesia dan Tiongkok memiliki banyak perbedaan budaya. Ketika individu dari kedua negara ini saling berinteraksi, mereka akan menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan budaya yang baru. Di sinilah proses adaptasi lintas budaya berlangsung. Program Studi bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra telah menjalin kerja sama program joint-degree bersama Universitas Yangzhou. Mahasiswa yang mengikuti program ini pasti tidak terhindar dari tantangan dalam beradaptasi di lingkungan asing dan perlu menemukan cara untuk mengatasinya. Penelitian ini berfokus untuk meneliti kesulitan adaptasi yang dialami enam mahasiswi Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra di Universitas Yangzhou, beserta cara adaptasinya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara. Analisis dilakukan menggunakan Kim yaitu Teori Adaptasi Lintas Budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami seluruh responden berkaitan dengan aspek komunikasi dan kebiasaan hidup. Dalam aspek komunikasi, cara adaptasi responden adalah terus belajar dan praktek di lingkungan publik. Sedangkan, aspek kebiasaan hidup, responden menunjukkan keinginan yang kuat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, meski belum sepenuhnya dapat beradaptasi dengan seluruh aspek di kehidupan sehari-hari.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Caroline Josephine Kuntoyo, Steffi Thanissa Halim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






