STRATEGI HARIAN NUSANTARA MEMBANGUN IDENTITAS TIONGHOA GENERASI MUDA TIONGHOA-INDONESIA SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.14.2.%25pAbstract
“Harian Nusantara” adalah salah satu surat kabar berbahasa Tionghoa yang memiliki sirkulasi terbesar dan berpengaruh luas di Jawa Timur. Sebagai salah satu dari "Tiga Harta Karun" komunitas Tionghoa, surat kabar berbahasa Tionghoa ini berperan dalam melestarikan budaya Tionghoa untuk memperkuat identitas dan karakter budaya kaum muda Tionghoa-Indonesia. Penelitian ini menganalisis strategi yang diambil untuk rekonstruksi identitas Tionghoa di kalangan pemuda Tionghoa-Indonesia berusia 15 hingga 25 tahun di Surabaya, berdasarkan konsep "soft communication" yang diusulkan oleh Xiao Hang, karakteristik identitas Tionghoa yang dikemukakan oleh Yun Changyao, dan teori identitas Tionghoa yang diusulkan oleh Suprajitno. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa “Harian Nusantara” memperkuat pengakuan identitas Tionghoa dengan memperkenalkan budaya Tionghoa dan mendorong kaum muda Tionghoa-Indonesia untuk menulis dalam bahasa Tionghoa, sehingga meningkatkan kebanggaan mereka terhadap warisan Tionghoa mereka.
Kata kunci: rekonstruksi identitas tionghoa, media tionghoa, identitas budaya, identitas tionghoa, strategi membangun identitas tionghoa
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Octaviane Stefina Enggra G.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






