Studi Tentang Transmisi dan Penerimaan Budaya Grand Canal Yangzhou di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.12.2.109-120Keywords:
Brand Authenticity, Self-image Congruity, Brand Storytelling, Social Influence, Behavior Intention, Use BehaviorAbstract
Sebagai salah satu warisan budaya tertua di dunia, Grand Canal di Tiongkok pada awalnya dibangun untuk transportasi kapal dan masih dipertahankan hingga saat ini, melestarikan budaya yang kaya. Yangzhou, kota utama di sepanjang Terusan Besar, telah berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan kota-kota di sepanjang rute dan telah melestarikan banyak warisan budaya benda dan tak benda.
Penelitian ini mengkaji budaya Grand Canal di Yangzhou dan menyelidiki pengetahuan dan ketertarikan mahasiswa Indonesia di Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Penelitian ini juga mengevaluasi potensi pengenalan dan strategi promosi.
Temuan menunjukkan bahwa meskipun banyak mahasiswa yang mengetahui tentang budaya Tiongkok, beberapa di antaranya tidak mengetahui status Grand Canal sebagai Warisan Dunia. Namun, ada ketertarikan yang kuat terhadap budaya Grand Canal di Yangzhou, terutama aspek-aspek budaya tak benda seperti makanan dan seni. Para siswa percaya bahwa budaya Grand Canal memiliki potensi pengenalan budaya yang signifikan, dengan media sosial dipandang sebagai alat promosi yang efektif. Penelitian ini juga membandingkan persepsi budaya Grand Canal Tiongkok dengan budaya Indonesia, dengan menyoroti fitur-fitur uniknya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






