PENAMAAN CHINESE RESTAURANT YANG BERDIRI SEBELUM ORDE BARU
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.11.2.109-118Keywords:
reading space, design, architecture, productivityAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara pendiri memberikan nama Tionghoa pada restorannya dan bagaimana penerus menjaga nama Tionghoa restorannya hingga berhasil dipertahankan hingga sekarang. Kriteria restoran yang dipilih dalam penelitian ini adalah Chinese restaurant di Surabaya yang berdiri sebelum orde baru, menggunakan nama Tionghoa dan masih dilanjutkan oleh keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pendiri menggunakan bahasa Mandarin untuk restorannya dengan cara masing-masing. Ada yang menggunakan karakter Mandarin, ada yang menggunakan angka Arab, dan ada yang menggunakan huruf latin di depan restorannya, namun di dalam restoran menggunakan karakter mandarin. Walaupun menggunakan angka Arab dan huruf Latin, namun dalam pelafalannya tetap menggunakan bahasa Mandarin. Selain itu, sub etnis pendiri juga mempengaruhi dalam pemberian nama restoran dan cara penyebutannya. Setiap penerus memiliki strateginya masing-masing dalam menjaga nama Tionghoa dari restorannya.References
Cotterill, S. (2020). Call me Fei: Chinese-speaking students’ decision whether or not to use English names in classroom interaction. Language, Culture and Curriculum, 33(3), 228-241. doi: 10.1080/07908318.2019.1614598.
Dahana, A. (2000). Kegiatan Awal Masyarakat Tionghoa di Indonesia. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 2(1), 54-72.
Effendi T. D. & Rakhmawaty D. (2012). Bisnis Keluarga-Keluarga Bisnis : Strategi Jaringan Bisnis Perusahaan Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan Dalam Kemajuan Ekonomi. Yogyakarta: Buku Litera.
Ip, P. K. (2009). Is Confucianism good for business ethics in China?. Journal of Business Ethics, 88(3), 463-476. https://doi.org/10.1007/s10551-009-0120-2
Longenecker, J. G., Moore, C. W., & Petty, J. W. (2003). “Small business management: an entrepreneurial emphasis”. Ohio: Thomson-Southwestern.
Lum, T. Y., Yan, E. C., Ho, A. H., Shum, M. H., Wong, G. H., Lau, M. M., & Wang, J. (2016). Measuring filial piety in the 21st century: development, factor structure, and reliability of the 10-item contemporary filial piety scale. Journal of Applied Gerontology, 35(11), 1235-1247. https://doi.org/10.1177/0733464815570664
Marsum, W.A. 2005. Restoran dan Segala Permasalahannya. Yogyakarta : Andi.
Moleong dan Lexy J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sihombing, U. (2009). Memahami Diskriminasi. Jakarta: The Indonesian Legal Resource Center.
Tent, J. (2015). Approaches to Research in Toponymy. Names, 63 (2), 65--74.
WéiGāo. (2000). Zěnyàng Wèi Gōngsī Diànpù Qǐmíng. Běijīng: Dàzhòng Wényì Chūbǎn Shè.
Welty P. T. (1976). The Asians: Their Heritage and Their Destiny. Philadelphia: J. B Lippincott Company.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






