ANALISIS UPAYA MENGATASI DAN MENCEGAH PERUNDUNGAN REMAJA DI SEKOLAH DALAM FILM “BETTER DAYS” DAN “CRY ME A SAD RIVER”
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.9.2.27-40Keywords:
Bandara NYIA, Kereta Bandara, Stasiun, Yogyakarta.Abstract
Fenomena perundungan merupakan salah satu masalah serius di dunia, ia dapat mengancam kesehatan fisik dan mental, bahkan menyebabkan bunuh diri. Film “Better Days” dan “Cry Me A Sad River” sama-sama menggambarkan fenomena perundungan, namun korban perundungan mengalami akhir yang berlawanan, yakni selamat dan bunuh diri. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk mencari cara mengatasi dan mencegah fenomena perundungan, dengan menganalisis respon faktor internal dan faktor eksternal korban perundungan terhadap perundungan, serta faktor internal dan faktor eksternal penyebab seseorang menjadi pelaku perundungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mengatasi perundungan perlu kerja sama antara faktor internal dan faktor eksternal korban perundungan, korban perundungan harus mempertahankan ketangguhan dirinya dan meminta pertolongan dari orang lain, sementara faktor eksternal korban perundungan harus peka dan memberikan pertolongan secara aktif. Untuk mencegah perundungan, orang tua harus menciptakan kondisi keluarga yang baik, mendidik anak dengan cara yang tepat, serta bersama dengan sekolah membantu anak untuk dapat mengontrol emosinya sendiri.
Kata kunci: film “Better Days”; film “Cry Me A Sad River”; mengatasi; mencegah; perundungan remaja di sekolah
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






