Minat Mahasiswa Universitas Kristen Petra Angkatan 2017 Terhadap Minat Meneruskan Bisnis Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.10.1.1-10Keywords:
Rumah Duka, Krematorium, Kolumbarium, Kenangan.Abstract
Orang Tionghoa Indonesia sering dikaitkan dengan bisnis, khususnya bisnis keluarga. Namun banyak bisnis keluarga yang tidak memiliki perencanaan suksesi yang matang dan akhirnya terancam tutup karena tidak mampu meneruskan ke generasi selanjutnya. Dalam penelitian ini, penulis ingin menganalisis bagaimana minat mahasiswa Universitas Kristen Petra Angkatan 2017 terhadap meneruskan bisnis keluarga Tionghoa berdasarkan teori fase perkembangan minat. Data penelitian diperoleh dari seleksi kuesioner dan hasil wawancara dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan minat mahasiswa dikategorikan menjadi minat situasional dan minat individual. Pada minat situasional adanya kesamaan antara jurusan yang mereka pelajari dengan bisnis yang dijalankan tidak menentukan mereka untuk mau atau tidaknya mewarisi bisnis keluarga. Namun adanya prospek bisnis yang bagus dalam jangka panjang dan juga relasi yang sudah dibangun orang tua dapat memicu minat mahasiswa untuk mewarisi bisnis keluarga. Perlu usaha atau dorongan untuk dapat mempertahankan ketertarikan mahasiswa, karena jika tidak mahasiswa bisa berubah menjadi tidak berminat. Sedangkan pada minat individual, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berhubungan dengan bisnis keluarga secara perlahan dapat menumbuhkan dan mengembangkan minat mahasiswa untuk mau meneruskan bisnis keluarga.
References
Basrowi. (2014). Kewirausahaan untuk perguruan tinggi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Ching-Hwang Yen. (2014). Ethnic chinese business in Asia: History, culture and business enterprise. New Jersey: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.
Chong, Wu-Ling, (2018). Chinese Indonesians in post-Suharto Indonesia: Democratisastion and ethnic minorities. Hongkong: Hongkong University Press.
Hall, A. (2008). Professional management in family businesses: Toward an extended understanding. Family Business Review, 21(1): 51–69.
Handler, W.C. (1994). Sucession in family business: A review of the research. Family Business Review, 7(2). pp.133-157.
Hidi, S. (1990). Interest and its contribution as a mental resource for learning. Review of Educational Research, 60, 549–571.
Hidi, S & Renninger, K. A. (2006) The four-phase model of interest development, Educational psychologist, 41:2, 111-127, DOI: 10.1207/s15326985ep4102_4
Hnátek, M. (2012). Succession planning and generational transition: The greatest challenges for family owned businesses. Journal of Eastern Europe Research in Business & Economics, 1-11.
Hoon, Chang Yau. (2012). Identitas tionghoa pasca Suharto: Budaya, politik dan media. Jakarta: Yayasan Nabil dan LP3ES.
Kurniawan, J. E. (2019, May 27). Anak enggan meneruskan bisnis keluarga. Retrieved from https://riliv.co/rilivstory/anak-enggan-meneruskan-bisnis-keluarga/
Koning, J. (2007). Chineseness and Chinese Indonesian business practices: A generational and discursive enquiry. doi: 10.1007/s12140-007-9011-2.
Lancaster, L. C. & Stillman, D. (2002). When generations collide. who they are, why they clash, how to solve the generational puzzle at work. New York: Collins Business.
Moleong, L. J. (2007). Metode penelitian kualiatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Redding, S. G. (1994). Jiwa kapitalisme cina. Jakarta: Abdi Tandur.
Renninger, K. A. (2000). Individual interest and its implications for understanding intrinsic motivation. New York: Academic.
Sugiyono. (2008). Metode penelitian bisnis: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanto, et al. (2007). The Jakarta Consulting Group on Family Business. Indonesia: The Jakarta Consulting Group
Yeung, I.Y. M., & Tung, R. L. (1996). Achieving business success in Confucian societies: The importance of guanxi (connections). Organizational Dynamics, 25(2), pp.54–65.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






