Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
DOI:
https://doi.org/10.9744/century.12.1.1-12Keywords:
Education, Coffee, Interior, Travelers, IndonesiaAbstract
Eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sejak awal sudah dari berabad-abad yang lalu. Dalam menjalankan kehidupan di Indonesia, etnis Tionghoa khususnya di Indonesia bekerja dalam berbagai macam bidang. Bidang-bidang tersebut antara lain adalah sebagai pedagang, petani, pengrajin maupun yang lainnya. Di zaman Orde Baru juga terjadi beberapa hal yang membatasi etnis Tionghoa-Indonesia, hingga di era saat ini orang Tionghoa di stereotipkan sebagai “Tionghoa punya toko”. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, namun stereotip itu masih terus ditujukan kepada etnis Tionghoa. Penulis berfokus meneliti stereotip ini yang bersumber pada masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa di Indonesia, khususnya kota Surabaya. Dengan tujuan untuk meneliti lebih lanjut apakah stereotip “Tionghoa Punya Toko” ini masih relevan di era saat ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Stereotype Content Model, untuk dapat melihat kedudukan stereotip terhadap orang Tionghoa yang ada di Indonesia ini dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil wawancara terhadap para informan yang telah penulis analisis menunjukkan bahwa stereotip terhadap etnis Tionghoa masih ada hingga saat ini, namun sudah mulai berkurang.
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press. https://repository.ung.ac.id/get/karyailmiah/8793/Buku-Metode-Penelitian-Kualitatif.pdf
Christian, S. A. (2017). Identitas budaya orang tionghoa indonesia. Jurnal Cakrawala Mandarin, 1(1), 11-22. http://dx.doi.org/10.36279/apsmi.v1i1.11.g7
Dewi. (2018). Fenomena culture shock dan stereotype dalam komunikasi antar budaya. Jurnal Ultimacomm, 10(2), 92-113. https://ejournals.umn.ac.id/index.php/FIKOM/article/view/892/773
Fiske, S. T. (2018). Stereotype content: warmth and competence endure. Current Directions in Psychological Science, 27(2), 67-73. https://doi.org/10.1177/0963721417738825
Hoon, C. Y. (2012). Identitas tionghoa: pasca-suharto budaya, politik dan media. Yayasan Nabil dan LP3ES.
Juditha, C. (2015). Stereotip dan prasangka dalam konflik etnis tionghoa dan bugis makassar. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 87-104. https://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/article/view/445/483
Kuntjara, E. & Hoon, C. Y. (2020). Reassessing chinese indonesian stereotypes: two decades after reformasi. South East Asia Research, 28(2), 199-216. https://doi.org/10.1080/0967828X.2020.1729664
Kurniawan, H. (2020). Kepingan narasi tionghoa indonesia: The untold histories. PT Kanisus. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=Y6D6DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR4&dq=sejarah+Tionghoa&ots=hNIYjB2iNw&sig=jdCysHSuE6gD_58lKjJCFfRcSJo&redir_esc=y#v=onepage&q=sejarah%20Tionghoa&f=false
Lisminingsih, S. (2013). Analisis kehidupan masyarakat tionghoa suku totok dan tionghoa peranakan pada abad 17 di batavia. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/download/518/410
Murdianto. (2018). Stereotip, prasangka dan resistensinya (studi kasus pada etnis madura dan etnis tionghoa di indonesia. Qalamuna, 10(2). https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/download/148/140
Onghokham. (2008). Anti cina, kapitalisme cina dan gerakan cina. Komunitas Bambu.
Suryadinata, L. (1999). Negara dan Minoritas Tionghoa di Indonesia. (Vol. 1). https://media.neliti.com/media/publications/180753-ID-negara-dan-minoritas-tionghoa-di-indones.pdf
Suryadinata, L. (2002). Negara dan etnis Tionghoa: kasus Indonesia. LP3ES.
Suryadinata, L. (2004). The culture of the Chinese minority in Indonesia. Marshall Cavendish International.
Tong, C. K. (2010). Identity and ethnic relations in southeast asia. Springer Dordrecht Heidelberg London New York.
Wibisono, L. (2006). Etnik Tionghoa di Indonesia. Intisari Mediatama.
Wijayanti, Y. (2022). Kedudukan etnis tionghoa dalam multikulturalisme indonesia: antara harapan dan kenyataan. Jurnal Artefak, 9(2), 139-148. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/artefak/article/view/8425
World Bank. (2019). Aspiring Indonesia: expanding the middle class. World Bank. https://documents1.worldbank.org/curated/en/519991580138621024/pdf/Aspiring-Indonesia-Expanding-the-Middle-Class.pdf
Yudha, A.A.N.B.K. (2020). Langkah cinta penuh derita etnis tionghoa di indonesia. Prosiding seminar nasional desain dan arsitektur (pp 47-56). Sekolah Tinggi Desain Bali. https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/258/181
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan artikel dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-ekslusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






